Terpuruk
Selasa, 14 Mei 2019
Judi menjadikan pribadi yang buruk
Hidupku masih seperti kemarin. Saya belum mampu bergerak maju dari lumpur yang menenggelamkan tubuhku. Dalam hati ingin menjauh tapi kenapa langkahku selalu terhenti. Aku terasa sudah tenggelam terlalu jauh. Aku malu kalau istri dan keluargaku tahu tentang keburukanku. Dulu hidupku sangat aman, ketika tidur selalu terlelap, hidupku tidak pernah di kejar kejar hutang, sholat dan puasa selalu tenang dan terasa damai. Sangat berbeda jauh dari hidup yang sekarang. Hidup terus dihantui rasa gelisah, tidur selalu terjaga karna hutang menumpuk, sholat dan puasa pun terasa hambar. Aku tidak tahu harus berbuat apa, jalan rejeki terasa sudah tertutup. Hati selalu berteriak minta tolong tapi siapa yang sudi menolong. Wahai Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Aku adalah hambamu yang penuh lumpur, jauhkan hamba dari segala perbuatan mungkar lunasilah semua hutang hutangku. Hanya kepadamulah hamba memohon. Hatiku terus menangis dan menjerit. Ya Allah bantu hamba tinggalkan segala keburukan dan berilah hamba penghalang dari orang orang yang menjerumuskan. Engkaulah pemberi rejeki dari arah yang tak terduga, hamba mohon atas segala kuasamu. Kenapa hamba seperti ini?? Kapan jalanku menjadi lebih baik???? Anak istri menjadi korban atas kejahatanku..bantulah hamba Ya Allah...
Sabtu, 11 Mei 2019
Terpuruk
Kisah hidup...
Awal perjalanan saya setelah wisuda dari fakultas sastra inggris adalah menuju pulau komodo yang sudah terkenal dengan komodo di mancanegara.. Dalam hati berharap bisa mendapat pekerjaan dalam perjalanan itu sambil menikmati suasana dan keindahan itu.. Setelah sampai di tempat tujuan selama 3 hari akhirnya ijazah dan semua persyaratan lamaran kerja saya bawa pulang ke kampung halaman karna saya tidak menemukan lowongan disana. Hatiku mulai gelisah dan malu jika tidak mendapat pekerjaan karna orang tua sudah bersusah payah mencari uang untuk biaya sekolahku. Ketika berjalan jalan di pasar sekedar untuk mencari informasi apa saja secara tidak sengaja saya bertemu dengan penjual koran dan saya membelinya. Saya buka dan baca sampai saya menemukan info lowongan kerja di agen travel. Singkatnya setelah melamar dan tes wawancara alhamdulilah langsung diterima...saya bekerja selama 1 bulan dan akhirnya berhenti setelah menerima gaji pertama sebesar Rp 800.000 karna tidak cukup untuk biaya hidup di kampung orang. Lalu saya coba menelpon kakak sepupu di kaltim untuk bertanya lowongan kerja. Katanya saya boleh ke tempatnya dan bisa bekerja di tempat temannya.. Informasi ini saya sampaikan ke bapakku tercinta. Bapak katakan padaku nanti bapak akan cari pinjaman uang buat ongkos perjalananmu ke kaltim. Setelah mendapat pinjaman, saya pun langsung pamit pada kedua orang tua untuk perjalanan tsb. Saya tiba di kaltim di rumah kakak sepupu pada bulan desember 2013. Pada tanggal 2 jan 2014, saya sudah mulai bekerja dengan gaji awal Rp 1.800.000 dan di bulan kedua gajipun naik menjadi Rp 2.000.000. Pinjaman bapakku lunas dalam waktu 3 bulan sebanyak Rp 1.000.000. Selama 1 tahun bekerja, saya mampu menabung uang sekitar 25 juta-an..bapak meminta saya agar cepat menikah. Tahun 2015 saya pulang ke flores untuk menikah. Setelah menikah, saya malah tidak bisa menabung karna terjerumus dalam kebodohan lingkungan. Saya tidak bisa mengontrol diri dan keluarga jadi sengsara, pakaian istri dan anak yang sudah usang dan sobek tidak mampu ku beli apalagi untuk menyenangkan orang tua...utang dimana mana tanpa sepengetahuan istri..sangat sedih dan sekarang saya mulai sadar untuk memulai lagi dari nol. Melunasi hutang hutang dan selalu berdoa agar Allah SWT memberi saya jalan kesuksesan dunia dan akhirat.. Teman teman yang saya cintai bawalah diri kita sebaik mungkin agar tetap terhindar dari teman dan lingkungan yang menghancurkan masa depan kita, orang tua dan anak istri...
Langganan:
Postingan (Atom)